THE FIRST WORLD UNIVERSITY RANKING ON SUSTAINABILITY: RANKINGS OVERVIEW

The 16th edition of our rankings showcases 1,745 institutions across 105 countries, making it the global university ranking system dedicated to assessing the sustainability performance of the institution.

Our rankings aim to present the results of an online survey on the current conditions and policies related to sustainability efforts and institutional improvements in universities all over the world. It is expected that by drawing the attention of university leaders and stakeholders, more attention will be given to global climate change, clean energy, water conservation, waste recycling, green transportation, and sustainability education and research. This will require increased awareness and a change in the behavior of many if we are to see it happen.

This year, we have introduced a new theme, "Advancing Sustainable Development Goals in Higher Education: Stories from Our Institutions and Communities". We will continue to encourage greater participation from universities worldwide, fostering a collective commitment to building sustainable campuses for the future.


You Might Also Want To Check

Upcoming Events

List of UI GreenMetric Upcoming Events. See our full agenda here.

Latest News

UI GreenMetric dan Bursa Efek Indonesia Dorong Praktik Keberlanjutan Korporasi melalui Sustainable Corporate Rankings

Jakarta, 10 Februari 2026 — UI GreenMetric bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) menyelenggarakan Awareness Session bertajuk “Next Practices in Sustainability: Safe-to-fail, Seamless Integration, and Scope 1–3 Emissions” untuk memperkenalkan kerangka UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings kepada pelaku industri. Forum ini menyoroti pentingnya pengukuran emisi gas rumah kaca dan integrasi ESG sebagai strategi bisnis inti perusahaan. Dalam paparannya, UI GreenMetric menekankan bahwa inisiatif pemeringkatan korporasi ini dibangun di atas rekam jejak panjang UI GreenMetric dalam menilai keberlanjutan universitas dan kota secara global. Hingga 2025, jaringan UI GreenMetric telah mencakup lebih dari 1.700 universitas di lebih dari 100 negara, dan kini diperluas untuk membantu sektor korporasi membangun sistem pengukuran keberlanjutan yang transparan dan dapat dibandingkan. Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, menyatakan bahwa pemeringkatan ini dirancang sebagai instrumen strategis, bukan sekadar daftar peringkat. “UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings kami rancang sebagai platform pembelajaran dan transformasi. Tujuannya adalah membantu perusahaan Indonesia mengukur, membandingkan, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan secara berbasis bukti, sehingga mampu bersaing di ekonomi rendah karbon,” ujarnya. Sesi utama membahas tren global emisi gas rumah kaca yang terus meningkat dan implikasinya bagi dunia usaha. Data terbaru menunjukkan bahwa emisi global hampir terus naik sejak awal 2000-an, dengan dampak langsung terhadap biaya operasional, risiko rantai pasok, dan akses pembiayaan perusahaan. Menurut Prof. Raldi Hendro Koestoer, Ph.D, perubahan iklim kini merupakan risiko bisnis sistemik. “Emisi gas rumah kaca bukan lagi isu lingkungan semata. Ini adalah risiko bisnis strategis yang memengaruhi stabilitas keuangan, operasi perusahaan, dan daya saing jangkapanjang. Perusahaan yang proaktif mengelola emisi justru membuka peluang efisiensi dan akses pembiayaan hijau,” jelasnya. Konsep Scope 1, 2, dan 3 emissions menjadi fokus penting dalam diskusi. Scope 3 — yang mencakup emisi sepanjang rantai nilai — sering kali menyumbang 70–90% jejak karbon perusahaan, sehingga kolaborasi dengan pemasok menjadi kunci strategi dekarbonisasi. Dari perspektif strategi bisnis, Dr. Toto Pranoto menekankan pentingnya integrasi keberlanjutan dalam model operasional perusahaan. “Keberlanjutan harus diintegrasikan langsung ke strategi korporasi. Pendekatan safe-to-fail memungkinkan perusahaan bereksperimen dengan inovasi hijau secara terukur, sehingga keberlanjutan menjadi sumber penciptaan nilai, bukan beban biaya,” katanya. UI GreenMetric memaparkan bahwa metodologi pemeringkatan korporasi mencakup empat pilar utama: Lingkungan, Sosial, Tata Kelola, serta Riset & SDGs, dengan penekanan pada bukti publik yang dapat diverifikasi. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kredibilitas data ESG dan mengurangi risiko klaim berlebihan (greenwashing). Dalam presentasinya, Rahmi, Ph.D, Manager Operasional, Data dan Riset UI GreenMetric, menambahkan: “Kami menekankan keterlacakan bukti dan validasi silang per indikator. Sistem ini membantu perusahaan membangun pelaporan ESG yang konsisten, transparan, dan dapat diaudit.” Forum ini juga menampilkan contoh praktik terbaik dari perusahaan internasional dan nasional yang telah menerapkan strategi pengurangan emisi melalui efisiensi energi, transisi energi bersih, dan manajemen rantai pasok berkelanjutan. Pendekatan tersebut terbukti dapat menghasilkan penghematan energi signifikan sekaligus memperkuat reputasi perusahaan. Melalui kolaborasi dengan IDX, UI GreenMetric berharap dapat mempercepat adopsi standar keberlanjutan di kalangan emiten dan memperkuat ekosistem bisnis yang lebih hijau di Indonesia. “Kami mengajak korporasi Indonesia untuk memanfaatkan pemeringkatan ini sebagai alat strategis untuk benchmarking dan transformasi. Keberlanjutan adalah fondasi daya saing masa depan,” tutup Dr. Vishnu Juwono. Tentang UI GreenMetric UI GreenMetric adalah program unggulan Universitas Indonesia yang sejak 2010 menilai komitmen keberlanjutan institusi melalui berbagai pemeringkatan global. Inisiatif terbaru, Sustainable Corporate Rankings, memperluas pendekatan tersebut ke sektor korporasi guna mendorong praktik bisnis berkelanjutan berbasis data. Dokumentasi Acara:

 

UI GreenMetric Announces the 2025 World University Rankings Results and Award Ceremony in National Chi Nan University

Chinese Taipei — 5 December 2025 UI GreenMetric World University Rankings today announced the official results of the 2025 edition during its annual Results and Award Ceremony, hosted at National Chi Nan University (NCNU). The event brought together university leaders, sustainability experts, and partners from around the world to strengthen dialogue and collaboration in sustainable campus development. The 2025 cycle marks a historic milestone for UI GreenMetric, with 1,745 universities from 105 countries participating, an increase from 1,477 universities from 95 countries in the previous edition. This year also welcomes 10 new participating countries, including the Democratic Republic of Congo, Tanzania, Georgia, Tajikistan, Cameroon, the Republic of Cyprus, Mongolia, Northern Cyprus, the Dominican Republic, and Japan. “As the world’s first sustainability-focused university ranking, UI GreenMetric serves as a platform for shared learning, innovation, and international collaboration,” said Dr. Vishnu Juwono, Chairperson of UI GreenMetric. “The remarkable growth in participation demonstrates the collective commitment of universities worldwide to advance sustainability through research, education, and campus initiatives.” This significant expansion underscores the growing global recognition of sustainability as a core priority for higher education institutions. As the first university ranking in the world dedicated specifically to sustainability, UI GreenMetric has come a long way since its early years, when it began with only 95 universities from 35 countries. Its evolution reflects a remarkable trajectory of collective progress, strengthened collaboration, and long-term commitment to building a more sustainable future across global campuses. Since its establishment in 2010 by Universitas Indonesia, UI GreenMetric has developed into the largest global network of sustainable campuses. Its ranking framework, based on 58 indicators across 6 criteria, helps universities measure progress, share best practices, and foster collaboration toward a more sustainable future. TOP 10 Most Sustainable Universities (2025) 1. Wageningen University & Research 2. University College Cork 3. Nottingham Trent University 4. Umwelt-Campus Birkenfeld (Hochschule Trier) 5. Universidade de São Paulo 6. University of Groningen 7. University of California, Davis 8. University of Connecticut 9. Università di Bologna 10. Universität Bremen Honourable Awards • Best New Participating University: Loyola University • Most Sustainably Improved University: Ontario Tech University • Most Active University in UI GreenMetric World Rankings: Siam University The Most Sustainable University in Every Region. • Africa: Alexandria University • Asia: Universitas Indonesia • Europe: Wageningen University & Research • Oceania: Lincoln University • Latin America: Universidade de São Paulo • North America: University of California, Davis The Most Sustainable University in Each University Criteria • Setting & Infrastructure: Universidad Autónoma de Nuevo León • Energy & Climate Change: University College Cork • Waste Management: Wageningen University & Research • Water Management: Wageningen University & Research • Transportation & Mobility: Università di Bologna • Education & Research: Umwelt-Campus Birkenfeld (Trier University of Applied Sciences) Special Recognition • Special Recognition for Hosting the 2025 UI GreenMetric World University Rankings Results and Award Ceremony: National Chi Nan University (NCNU) Looking ahead, UI GreenMetric will continue its mission in 2026 as a global platform bridging sustainability efforts and strengthening the role of higher education institutions in addressing environmental and social challenges. Through collaboration, data-driven assessment, and knowledge sharing, UI GreenMetric remains cotmmitted to supporting universities worldwide in advancing sustainable campus practices. The data collection and submission period for the 2026 UI GreenMetric World University Rankings will officially open next year, and participating institutions are encouraged to stay tuned to our social media and website for further announcements regarding the timeline and technical guidelines. Written by: Riska Putri Hariyadi Galleries:  

 

UI GreenMetric dan BPLH Gelar Workshop Pengembangan Kriteria Aspek Lebih dari Ketaatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan (PROPER)

Jakarta, Indonesia — 8–9 Desember 2025 UI GreenMetric bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kriteria Aspek Lebih dari Ketaatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan (PROPER). Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM, Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan BPLH sekaligus inisiator PROPER sejak 1995, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi untuk pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif. Kehadiran Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA, selaku Kepala UI GreenMetric, pemeringkatan universitas global yang kini diikuti 1.745 partisipan dari 105 negara, turut menunjukkan sinergi kedua institusi dalam mendorong penguatan indikator keberlanjutan di tingkat nasional dan internasional. “Melalui PROPER, kami mendorong pengembangan inovasi sosial untuk tidak hanya memenuhi kewajiban minimum, tetapi juga menunjukkan kinerja lingkungan yang inovatif, transparan, dan berdampak nyata. Pengembangan kriteria ‘lebih dari ketaatan’ ini penting untuk memastikan PROPER tetap relevan dengan tantangan lingkungan masa kini serta mampu memotivasi perusahaan menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan. Kolaborasi dengan UI GreenMetric dapat memperkaya pendekatan kami, terutama dalam memperkuat indikator keberlanjutan yang terukur dan kredibel di tingkat nasional.” Ujar Dr. Rasio Ridho Sani, Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Senada dengan hal tersebut, Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA menyampaikan, “UI GreenMetric kini telah menerapkan asesmen keberlanjutan untuk 1.745 universitas dan 71 kabupaten/kota di Indonesia—sebuah capaian yang menunjukkan besarnya potensi transformasi ketika komitmen dan inovasi dijalankan secara konsisten. Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan BPLH dalam pengembangan aspek ‘lebih dari ketaatan’. Inisiatif ini memungkinkan perluasan dampak asesmen kami ke sektor pemerintahan dan perusahaan, sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab serta berkontribusi pada pencapaian target lingkungan nasional.” Workshop ini melibatkan akademisi, institusi pendidikan, dan para ahli lingkungan untuk memperkuat inovasi sosial melalui penguatan peran institusi pendidikan sebagai pusat pembelajaran, penggerak partisipasi masyarakat, serta fasilitator kolaborasi komunitas dalam mewujudkan praktik keberlanjutan yang inklusif dan berdampak luas. Inisiatif ini juga menjadi ruang kolaborasi antarsektor untuk mempercepat transformasi lingkungan skala nasional. Sena Pradipta, S.T., M.T., Ph.D. selaku Koordinator Kelompok Kerja (KAPOKJA) Sekretariat PROPER dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup membuka sesi dengan pemaparan mengenai instrumen PROPER, memperkuat pemahaman peserta terkait mekanisme evaluasi kinerja lingkungan serta arah pengembangan kriteria “lebih dari ketaatan”. Kegiatan ini juga menghadirkan para pakar seperti Prof. Dr. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Fani Cahyandito, S.E., M.Sc. (Universitas Padjadjaran), serta Bahruddin, S.Sos., M.Sc., Ph.D, (Universitas Gadjah Mada) hadir memberikan wawasan mendalam mengenai inovasi sosial, pengembangan nilai keberlanjutan, serta pendekatan Social Return on Investment (SROI) sebagai kerangka pengukuran dampak yang semakin relevan bagi perusahaan maupun lembaga publik. Workshop ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan akademik, termasuk Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, Guru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, yang berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi. Kehadiran beliau memperkaya pembahasan terkait penguatan aspek lebih dari ketaatan, terutama dari perspektif akademik lintas disiplin yang relevan terhadap pengembangan metodologi penilaian lingkungan. “Keterlibatan akademisi lintas disiplin memperkaya pembahasan, mengingat pengembangan kriteria PROPER ke depan perlu mempertimbangkan konteks multikultural di tingkat masyarakat. Banyak Perusahaan, terutama di sektor tambang dan kehutanan, berinteraksi dengan komunitas yang memiliki nilai budaya kuat dan pandangan tersendiri terhadap lingkungan. Memahami dinamika seperti cara mereka memaknai air, ruang hidup, hingga kosmologi lokal menjadi penting agar penyusunan kriteria lebih komprehensif, relevan, dan sesuai realitas sosial-budaya di lapangan.” Ujar Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana. Melalui kolaborasi strategis antara UI GreenMetric dan BPLH, Indonesia meneguhkan komitmennya untuk mendorong keberlanjutan yang tidak hanya berhenti pada kepatuhan, tetapi mendorong inovasi, integritas, dan dampak yang lebih nyata bagi kualitas lingkungan hidup dan masyarakat di masa depan. Ditulis oleh: Riska Putri Hariyadi - Spesialis Bidang Komunikasi UI GreenMetric Galeri Kegiatan:

  Latest update of News and Media Coverage related to UI GreenMetric. Read other news here.